Saturday, 17 October 2009

Telnet

Telnet adalah aplikasi remote login Internet. Telnet digunakan untuk login ke komputer lain di Internet dan mengakses berbagai macam pelayanan umum, termasuk katalog perpustakaan dan berbagai macam database. Telnet memungkinkan pengguna untuk duduk didepan komputer yang terkoneksi ke internet dan mengakses komputer lain yang juga terkoneksi ke internet. Dengan kata lain koneksi dapat terjadi ke mesin lain di satu ruangan, satu kampus, bahkan setiap komputer di seluruh dunia. Setelah terkoneksi, input yang diberikan pada keyboard akan mengontrol langsung ke remote computer tadi. Akan dapat diakses pelayanan apapun yang disediakan oleh remote machine dan hasilnya ditampilkan pada terminal lokal. Dapat dijalankan session interaktif normal (login, eksekusi command), atau dapat diakses berbagai service seperti: melihat catalog dari sebuah perpustakaan, akses ke teks dari USA today, dan masih banyak lagi service yang disediakan oleh masing-masing host pada di network.


Telnet menggunakan 2 program, yang satu adalah client (telnet) dan server (telnetd). Yang terjadi adalah ada dua program yang berjalan, yaitu software client yang dijalankan pada komputer yang meminta pelayanan tersebut dan software server yang dijalankan oleh computer yang menghasilkan pelayanan tadi.

Gambar 1. Interaksi TELNET (Parker, 1994:117)

Gambar 2. Koneksi mesin ketika terjadi TELNET (Parker, 1994:118)

Tugas dari client adalah:

  • Membuat koneksi network TCP (Transfer Control Protocol) dengan server.

  • Menerima inputan dari user.

  • Menformat kembali inputan dari user kemudian mengubah dalam bentuk format standard dan dikirim ke server.

  • Menerima output dari server dalam format standard.

  • Mengubah format output tadi untuk ditampilkan pada layar.


Sedangkan tugas dari server adalah:

  • Menginformasikan software jaringan bahwa komputer itu siap menerima koneksi.

  • Menunggu permintaan dalam bentuk format standard.

  • Melaksanakan permintaan tersebut.

  • Mengirim kembali hasil ke client dalam bentuk format standard.

  • Menunggu permintaan selanjutnya.

Domain Name Server (DNS)

DNS adalah Domain Name Server, yaitu server yang digunakan untuk mengetahui IP Address suatu host lewat host name-nya. Dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya.

Namun bagi manusia tidak mungkin menghafalkan IP address tersebut, manusia lebih mudah menghapalkan kata-kata seperti www.yahoo.com, www.google.com, atau www.friendster.com. DNS berfungsi untuk mengkonversi nama yang bisa terbaca oleh manusia ke dalam IP addresshost yang bersangkutan untuk dihubungi.

Struktur DNS

DNS merupakan sebuah hiraki pengelompokan domain berdasarkan nama yang terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:

  1. Root Level Domain

    Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level, dan level yang paling atas disebut dengan root domain. root doamain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (".")

  2. Top Level Domain

    Berikut ini adalah contoh dari top level domain:

  • .com → Organisasi Komersial

  • .edu → Institusi pendidikan atau universitas

  • .org → Organisasi non profit

  • .net → Network (Backbone Internet)

  • .gov → Organisasi pemerintah non militer

  • .mil → Organisasi pemerintah militer

  • dll

  1. Second Level Domain

    Second Level Domain dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan sub domain. Sebagai contoh nya adalah sebagai berikut:

  • Domain eepis-its
  • Domain .detik
  • Domain .cisco
  1. Host Names

    Domain name yang digunakan dengan host nama akan menciptakan dully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver.eepis-its.edu, dimana fileserver adalah host name dan eepis-its.edu adalah domain name.

Cara kerja DNS adalah sebagai berikut:

Bagian resolver adalah bagian dari program aplikasi yang berfungsi menjawab setiap pertanyaan tentang domain. Untuk menjawab pertanyaan, resolver dapat mencari jawabannya dengan memeriksa isi cache dan meneruskan pertanyaan ke server DNS atau bertanya langsung ke server DNS. Cache adalah bagian yang menyimpan pertanyaan-pertanyaan tentang domain yang pernah diajukan sebelumnya. Setiap aplikasi internet yang ingin menghubungi host lain pasti akan berinteraksi dengan server DNS melalui resolver.

Jika server DNS tidak memiliki jawaban dari pertanyaan domain (name server bukan authoritative name server dari domain yang ditanyakan), maka server DNS akan meneruskan pertanyaan tersebut ke name server yang dianggapnya lebih tahu. Proses pengalihan ke name server (NS) lain (proses name resolution) ni merupakan proses iteratif yang berlangsung hingga diperoleh alamat lengkap sebuah host.

Sebagai contoh jika ada user yang ingin menghubungi lecturer.eepis-its.edu, maka mula-mula NS akan menghubungi root server. Karena root server tidak memiliki informasi untuk host lecturer.eepis-its.edu, maka root server akan memberikan referensi kepada NS untuk menghubungi authoritative name server terdekat yaitu name server untuk domain edu. Proses ini terus berlangsung hingga NS memperoleh informasi lengkap tentang host lecturer.eepis-its.edu.

Setiap request domain akan disimpan di dalam cache untuk jangka waktu tertentu. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses name resolution. Sebagai contoh jika sebelumnya ada user yang me-request informasi untuk lecturer.eepis-its.edu, maka untuk user yang me-request fileserver.eepis-its.edu akan diarahkan ke name server yang memiliki korelasi terdekat dengan domain yang pernah di-request yang tersimpan di dalam cache, yaitu name server eepis-its.edu.

FlowChart DNS Server

Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)

Komunikasi dengan e-mail mungkin saat ini merupakan salah satu aplikasi yang paling luas dipakai pada internet. Ada beberapa protokol yang dapat digunakan untuk melayani transfer e-mail, tetapi yang paling umum digunakan adalah Simple Mail Transfer Protocol (SMPT). SMPT mampu menangani pesan berupa teks kode ASCII yang akan dikirim kedalam kotak surat (mail-boxes) pada host TCP/IP yang telah ditentukan untuk melayani e-mail.

Pada gambar di atas menunjukkan mekanisme SMTP, dimana user yang ingin mengirimkan e-mail berinteraksi dengan mail-system lokal lewat komponen user-agent (UA) pada mail-system. e-mail yang akan dikirim terlebih dahulu disimpan sementara dalam outgoing-mail-box, selanjutnya SMTP pengirim memproses e-mail yang dikumpulkan pada outgoing-mail-box secara periodi. Jika pengirim SMTP menemukan e-mail pada outgoing-mail-box, maka secara langsung akan membuat koneksi TCP dengan host yang dituju untuk mengirim e-mail. Penerima SMTP dalam proses sebagai tujuan yang harus menerima koneksi TCP, selanjutnya e-mail dikirim pada koneksi ini. Pada penerima SMTP ini e-mail disimpan dalam host tujuan pada masing - masing mail-box sesuai dengan alamat tujuan. Jika mail-box dengan nama tidak sesuai dengan nama mail-box yang adapada host tujuan, maka e-mail dikirim kemabali yang menunjukkan mail-bok tidak ada. Alamat e-mail yang dipakai pada SMTP menggunakan standart RFC 882, dan informasi yang dikirim ditambahakan beberapa header yang sering disebut dengan "882 headers". Contoh alatmat e-mail misalnya:


still_free906@yahoo.co.id

teks sebelum simbol "@" adalah nama mail-box, sedangkan teks sesudah simbol "@" adalah nama host, jika pada alamat e-mail still_free906@yahoo.co.id berarti nama mail_box adalah still_free906 yang terdapat pada host yahoo.co.id. Jika mail-box menggunakan karakter atau simbol khusus (misalnya tanda %), maka nama mail-box diberikan untuk encoding khusus agar SMTP dapat menggunakan sebagai mail-gateway.

Protokol SMTP menginginkan host tujuan yang akan menerima e-mail dalam keadaan on-line, jika tidak maka hubungan TCP dengan host tujuan tidak dapat dilakukan. Pada sistem jaringan komputer maka host SMTP selalu dalam keadaan On dan tersambung ke jaringan, sedangkan workstation yang berbeda pada user dapat berinteraksi dengan host SMTP untuk membaca atau mengirim e-mail menggunakan client/server mail protocol, contohnya post office protocol versi 3 sesuai yang dijabarkan dalam RFC 1460, atau yang sering disebut POP3.

POP (Post Office Protocol)

Suatu protocol yang dirancang untuk mengirimkan pesan e-mail dari server ke mail cilent. User yang mempunyai mail menyimpan dalam mailbox pada server. User dalam hal ini adalah POP client mengakses pesan yang disimpan menggunakan POP. Menjawab atau membuat mail baru digerakkan oleh client yang menyimpannya melalui SMTP. Mail dikirim dari client yang tidak memerlukan host yang lain untuk mengirimkan mail atau mengirim mail langsung ke penerima jarak jauh. POP server juga tidak relay mail untuk client.

Trivial File Transfer Protocol (TFTP)

File Transfer Protocol menggunakan TCP untuk mendapatkan komunikasi dalam jaringan yang dapat diandalkan. Jika jaringan sudah cukup dapat diandalkan, seperti umumnya pada jaringan LAN maka dapat dipergunakan File Transfer Protocol yang lebih sederhana, yaitu dapat digunakan user datagram ptotocol (UDP) untuk mendasari protocol transport (host to host). Sebagai contoh file transfer Protocol yang menggunakan UDP adalah trivial File Transfer Protocol (TFTP).


Gambar1. Mekanisme TFTP

Pada gambar di atas ditunjukkan tahapan TFTP yang dipakai untuk transfer file diantara dua host. TFTP dapat dipakai untuk transfer file antara dua host tanpa memerlukan pengenalan (authentication) terhadap user yang memakai. File dapat di transfer dengan hanya menunjukkan nama file tersebut. Oleh karena user account dan password tidak diperlukan untuk transfer file dengan TFTP, maka beberapa system administrator mematikan fasilitas TFTP ini, atau membatasi jenis file yang dapat ditransfer, demikian juga implementasinya untuk akses dapat ditolak kecuali setiap user yang berada pada host dapat mengakses file.
TFTP kebanyakan dipakai untuk menghubungkan workstation yang tidak memiliki diskdrive maupun harddisk ke server untuk mendownload boot-image dari sistem operasi pada saat booting. Protokol TFTP cukup kecil dan efisien utnuk diterapkan pada Boot ROM di dalam card jaringan yang dipasang pada workstation. Workstation Unix dari Sun Microsystem menggunakan TFTP untuk menghubungkan dengan RARP atau BOOTP yang dapat dipergunakan untuk menentukan alamat IP dari workstation tersebut pada saat meng-download sistem operasi untuk booting.

Saturday, 20 June 2009

Prosesor Superscalar

Superscalar adalah arsitektur prosessor yang memungkinkan eksekusi yang bersamaan (parallel) dari instruksi yang banyak pada tahap pipeline yang sama sebaik tahap pipeline yang lain. Prosesor superscalar mampu menjalankan 2 atau lebih operasi scalar dalam bentuk paralel. Superscalar mampu menjalankan Instruction Level Parallelism (berupa ; arithmetic, pembacaan/penyimpanan, conditional branch) dengan satu prosesor. Superscalar dapat diaplikasikan di RISC dan CISC, tapi pada umumnya RISC. Seperti pada gambar di bawah ini, prosesor superscalar mampu menjalankan 2 operasi secara bersama - sama. Sebagai perbandingan, kita bandingkan dengan base machine. Dimana base machine hanya mampu menjalankan satu operasi dalam waktu yang sama. Sehingga dapat kita lihat bahwa dengan superscalar, proses mampu berjalan lebih cepat.


Gambar 1. Superscalar vs Base Machine

Alasan munculnya prosesor superscalar ini adalah karena sebagian besar operasi - operasi sebelumnya masih menggunakan besaran/nilai skalar. Operasi ini memungkinkan peningkatan kinerja sistem hingga level tertentu.

Organisasi Prosesor Superscalar secara umum adalah sebagai berikut:


Gambar 2. Blok Diagram

Proses yang dilakukan oleh Prosesor Superscalar:
  • Proses fetch dari beberapa instruksi secara bersamaan.
  • Logika untuk menentukan ketergantungan sebenarnya yang meliputi nilai register.
  • Mekanisme untuk mengkomunikasikan nilai tersebut.
  • Mekanisme untuk menginisialisasi instruksi paralel.
  • Tersedianya sumber untuk eksekusi paralel dari beberapa instruksi.
  • Mekanisme processing instruksi dengan urutan yg sesuai.
Beberapa Prosesor yang memakai sistem superscalar:

  • GENERASI 5 Pentium Classic (P54C): Chip ini dikembangkan oleh Intel dan dikeluarkan pada 22 Maret 1993. Prosessor Pentium merupakan super scalar, yang berarti prosessor ini dapat menjalankan lebih dari satu perintah tiap tik clock. Prosessor ini menangani dua perintah tiap tik, sebanding dengan dua buah 486 dalam satu chip. Terdapat perubahan yang besar dalam bus sistem : lebarnya lipat dua menjadi 64 bit dan kecepatannya meningkat menjadi 60 atau 66 MHz. Sejak itu, Intel memproduksi dua macam Pentium yang bekerja pada sistem bus 60 MHz (P90, P120, P150, dan P180) dan sisanya, bekerja pada 66 MHz(P100, P133,P166, dan P200).
  • Pentium Pro, keluar tahun 1995. Kemajuannya pada peningkatan organisasi superscalar untuk proses paralel, ditemukan sistem prediksi cabang, analisa aliran data dan sistem cache memori yang makin canggih.


DAFTAR PUSTAKA:

  1. Superscalar VS Superpipeline
  2. Evolusi dan Kinerja Komputer
  3. Sejarah Perkembangan Prosesor

Perbedaan RISC dan CISC

CISC dan RISC perbedaannya tidak signifikan jika hanya dilihat dari terminologi set instruksinya yang kompleks atau tidak (reduced). Lebih dari itu, RISC dan CISC berbeda dalam filosofi arsitekturnya. Filosofi arsitektur CISC adalah memindahkan kerumitan software ke dalam hardware. Teknologi pembuatan IC saat ini memungkinkan untuk menamam ribuan bahkan jutaan transistor di dalam satu dice. Bermacam-macam instruksi yang mendekati bahasa pemrogram tingkat tinggi dapat dibuat dengan tujuan untuk memudahkan programmermicrocode berupa firmware internal di dalam chip-nya yang berguna untuk menterjemahkan instruksi makro. Mekanisme ini bisa memperlambat eksekusi instruksi, namun efektif untuk membuat instruksi-instruksi yang kompleks. Untuk aplikasi-aplikasi tertentu yang membutuhkan singlechip membuat programnya. Beberapa prosesor CISC umumnya memiliki komputer, prosesor CISC bisa menjadi pilihan.

Sebaliknya, filosofi arsitektur RISC adalah arsitektur prosesor yang tidak rumit dengan membatasi jumlah instruksi hanya pada instruksi dasar yang diperlukan saja. Kerumitan membuat program dalam bahasa mesin diatasi dengan membuat bahasa program tingkat tinggi dan compiler yang sesuai. Karena tidak rumit, teorinya mikroprosesor RISC adalah mikroprosesor yang low-cost dalam arti yang sebenarnya. Namun demikian, kelebihan ruang pada prosesor RISC dimanfaatkan untuk membuat sistem-sistem tambahan yang ada pada prosesor modern saat ini. Banyak prosesor RISC yang di dalam chip-nya dilengkapi dengan sistem superscalar, pipelining, caches memory, register-register dan sebagainya, yang tujuannya untuk membuat prosesor itu menjadi semakin cepat.

Gambar 1. RISC vs CISC

Secara singkat perbedaan CISC dan RISC:

CISC:
  1. Lebih menekankan pada perangkat keras, sesuai dengan takdirnya untuk programer.
  2. Memiliki instruksi komplek.
  3. Load/store atau memori ke memori bekerja sama.
  4. Memiliki ukuran kode yang kecil dan kecepatannya rendah.
  5. Transistor di dalamnya digunakan untuk menyimpan instruksi - instruksi bersifat komplek.
RISC:
  1. Menekankan pada perangkat lunak, dengan sedikit transistor.
  2. Instruksi sederhana bahkan single.
  3. Load/store atau memori ke memori bekerja terpisah.
  4. Ukuran kode besar dan kecepatan lebih tinggi.
  5. Transistor di dalamnya lebih untuk register memori.

DAFTAR PUSTAKA:
  1. CISC vs RISC
  2. Pipeline, Superscalar, L1 & L2 Chance, RISC & CISC
ARTIKEL TERKAIT TENTANG RISC DAN CISC